SUMEDANG – Babinsa Desa Hegarmanah, Serma Suparman, mewakili Danramil 1005/Jatinangor Kapt Inf. Nanang Koswara, menghadiri kegiatan Pelatihan Dasar Mitigasi Bencana bagi desa-desa rawan bencana di wilayah Kecamatan Jatinangor. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Gerakan Pramuka Gugus Depan Ambalan Racana Universitas Padjadjaran (UNPAD).
Kegiatan berlangsung di Ruang Seminar Kecil Gedung A FISIP UNPAD, Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Sabtu (12/09/2026).
Pelatihan ini bertujuan memberikan pengetahuan, meningkatkan kesadaran, serta melatih kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Kegiatan diikuti oleh unsur BPBD Kabupaten Sumedang, Ketua Gugus Depan Ambalan Racana UNPAD beserta jajaran, Babinsa, serta perwakilan Desa Tangguh Bencana (Destana) dari sejumlah desa di wilayah Jatinangor.
Perwakilan BPBD Kabupaten Sumedang menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas masyarakat merupakan bagian penting dalam upaya mengurangi risiko bencana.
“Mitigasi bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat. Melalui pelatihan seperti ini, kami berharap peserta memiliki pengetahuan dan kesiapsiagaan yang lebih baik sehingga mampu mengambil langkah yang tepat ketika terjadi bencana, ” ujar perwakilan BPBD Kabupaten Sumedang.
Ketua Gugus Depan Ambalan Racana UNPAD, Dr. M. Nurzaman, M.Si., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Gerakan Pramuka dalam membangun kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana.
“Pramuka memiliki peran dalam membangun karakter sekaligus kepedulian terhadap lingkungan dan kemanusiaan. Melalui pelatihan mitigasi bencana ini, kami ingin membekali peserta dengan pengetahuan dasar agar lebih siap menghadapi potensi bencana di lingkungan masing-masing, ” ungkap Dr. M. Nurzaman, M.Si.
Sementara itu, Danramil 1005/Jatinangor Kapt Inf. Nanang Koswara mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurutnya, kesiapsiagaan harus dibangun sejak dini melalui edukasi dan latihan bersama.
“Kegiatan pelatihan mitigasi bencana ini sangat positif karena dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Kami dari Koramil 1005/Jatinangor akan terus mendukung kegiatan yang dapat memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah, relawan, mahasiswa, dan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana, ” kata Kapt Inf. Nanang Koswara.
Di tempat terpisah, Dandim 0610/Sumedang Letkol Arh. Kusuma Ardianto, SIP., M.Han., menegaskan pentingnya membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat.
“Pengetahuan dan kesiapsiagaan merupakan kunci dalam menghadapi bencana. Dengan adanya pelatihan dan sinergi lintas sektor, diharapkan masyarakat semakin memahami potensi risiko di wilayahnya serta mampu melakukan langkah-langkah penyelamatan secara cepat dan tepat, ” ujar Letkol Arh. Kusuma Ardianto, SIP., M.Han.
Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya TNI AD untuk terus memperkuat komunikasi dan sinergi dengan berbagai elemen masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, TNI, BPBD, Gerakan Pramuka, Destana, mahasiswa, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana di wilayah Jatinangor (pers).

Idris. Tukwain